October 14, 2011


Pesan Qurban Pak Kumis


Umat Islam di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam soal penggalangan qurban. Setidaknya, terlihat dari jumlah umat Islam itu sendiri dan tingkat penghasilannya yang diperoleh selama setahun. Prospek itu tergambar dalam analisa ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance Indonesia (INDEF), bahwa ada 30% penduduk Indonesia atau sekitar 70 juta orang yang mempunyai penghasilan rata-rata US$5.200 per tahun.

Jika angka tersebut menunjuk pada masyarakat di lapisan sosial ekonomi menengah, maka peluang penggalangan hewan qurban kian besar. Diperkirakan angka umat Islam yang berpengasilan menengah berjumlah 40-45 juta orang. Logika sederhananya, jika harga hewan qurban (kambing) per ekor berkisar di angka Rp 1.000.000,- sampai Rp 1.500.000,- dengan mengambil angka pada harga tengahnya Rp 1.200.000,- maka angka pembelian kambing bisa menembus angka Rp 50 triliun.

Dari transaksi jual beli hewan qurban yang beredar dikalangan peternak dan penjual, mengisyaratkan bahwa secara sosial ekonomi masyarakat telah terbedayakan pada momentum Hari Raya Idul Adha. Tentu saja, efek sosialnya juga akan dirasakan oleh masyarakat yang kurang beruntung secara sosial dan ekonomi. Jadi, ada peredaran uang dari desa ke kota yang amat besar sebagai potensi ekonomi rakyat.

Sayangnya, potensi itu masih belum tercipta dengan melihat kebutuhan umat Islam yang berbeda-beda dalam menyalurkan hewan qurban. Meskipun di tengah masyarakat terdapat lembaga zakat mumpuni yang siap mengelola dengan langkah strategis, merata dan fokus pada sasaran. Menyikapi hal itu, diperlukan informasi dan strategi yang tepat agar kebutuhan menyalurkan hewan qurban bagi kaum muslim kembali lebih potensial.

Disela-sela potensi yang belum optimal saat ini, ada program menarik yang disampaikan Pak Kumis lewat pesannya yaitu pusat qurban nusantara. Bagi kaum muslim yang belum mengenal Pak Kumis, sudah saatnya untuk mengenal lebih dekat siapa sesungguhnya Pak Kumis itu? Apa kaitannya dengan persoalan penggalangan qurban yang perlu disiapkan untuk Hari Raya Idul Adha?

Di mata sebagian kaum muslim yang sudah mengenal dan memercayakan hewan qurbannya untuk disalurkan ke tempat yang tepat, Pak Kumis tidak lebih sebagai seorang sahabat. Pak Kumis adalah program qurban nusantara yang didesign secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dhuafa yang berada di pedesaan, kawasan padat penduduk, perkampungan kumuh dan kantong kemiskinan dengan berpijak pada prinsip merata, adil dan fokus pada sasaran prioritas.

Selain itu, Qurban Pak Kumis didedikasikan untuk menjawab problem keterbatasan hewan qurban dan kelemahan distribusi yang selama ini terjadi. Sehingga dengan potensi qurban yang ada dapat disalurkan secara tepat dan optimal kepada masyarakat di mana pun berada, memberi kebahagiaan untuk semua tepat di hari kebahagiaan yakni Idul Adha.

Dengan jaringan distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan mengakar kuat hingga pedesaan, dipastikan hewan qurban yang dtunaikan tidak menumpuk dan terkonsentrasi di wilayah tertentu atau hanya beredar di kota-kota besar. Dengan cepat hewan qurban dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan atau masyarakat yang selama ini belum pernah tersentuh distribusi hewan qurban, tanpa harus menunggu limpahan atau sisa distribusi dari wilayah lainnya.

Disebutkan Pak Kumis, saat ini programnya telah banyak bekerjasama dengan mitra-mitra kepercayaannya melalui program Qurban Pak Kumis. Juga, kerjasama lainnya untuk meyakinkan nilai lebih program Qurban Pak Kumis secara edukatif dan inovatif. Kami mendapatkan mitra yang mempunyai kompetensi informatif yang sangat lugas dan mudah dimengerti. Jika potensi umat Islam dalam berqurban dibina dan diberdayakan tidak menutup kemungkinan, Pak Kumis yakin bisa makin sukses di masa depan. Sekarang, kami menyapa Anda untuk berqurban di program Qurban Pak Kumis, pesannya menegaskan.