August 1, 2015

MPM dan LAZISMU Tanam Padi Ramah Lingkungan Di Maros



Majelis Pemberdayan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah yang didukung penuh Lazismu menggelar tanam bibit padi ramah lingkungan jenis varietas Inpari Sidenuk di Bonto Jolong, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan sebagai rangkaian dari Gebyar Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang akan berlangsung 3-7 Agustus.

Muhammadiyah Nurul Yamin, Wakil Ketua MPM mengatakan, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak. “Terutama Kabupaten Maros, PDM Kabupaten MAROS, Panin Bank Syariah, Muhammadiyah dan mitra strategis kami LAZISMU yang senantiasa bergerak dalam dakwah,” katanya (31/8/2015).

Tanam padi ramah lingkungan ini adalah jawaban terhadap ironi bangsa terhadap dunia pertanian yang dikenal sebagai bangsa gemah ripah lohjinawi. “Tapi persoalan pangan di negeri ini menjadi problem serius,” tambahnya sebelum prosesi penanaman. MPM sejak 10 tahun terakhir berupaya menggelorakan jihad kedaulatan pangan. “Ada dua strategi yang kami kembnagkan di sini, strategi pertama On Farming, yaitu  bagaimana teknologi pangan dapat menopang cara bertani yang akan kita lakukakan dengn spirit berkemajuan sehingga dapat dikembangkan,” jelasnya. 

Strategi kedua, Off Farming, berupa pendekatan budaya pangan Indonesia, di mana bumi Maros ini sebagai lumbung di Sulawesi Selatan agar bisa dikembangkan secara maksimal. “ Strategi ini untuk memperkuat para petani yang kenyataannya di Indonesia belum semuanya menghasilkan keuntungan. Sehingga petani masih jauh dari hidup sejahtera”, paparnya.

Dengan ramah lingkungan kita mengefisiensikan biaya produksi. Dan dengan varietas padi yang baik, kita tingkatkan produksi padinya. “Unsur-unsur kimiawi kita tinggalkan, sehingga padi yang dihasilkan lebih nikmat dan sehat.  Salah satu konsep tanam ramah lingkungn yaitu dengan penggunaan pupuk organik dan pertanian terpadu,” pungkas Yamin.

Sementara itu, Zamroni mewakili dari PP Muhammadiyah, mengatakan, ikhtiar yang dilakukan MPM adalah perintah agama untuk memakmurkan bumi dari kerusakan.  “Di samping itu, untuk memberdayakan mereka yang lemah karena dengan penanaman ini kita ikut menyejahterakan petani,” katanya.   

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Maros Hatta Rahman, mengatakan, pihaknya menilai produktivitas merupakan kendala berat yang dihadapi petani di Kabupaten Maros. “Untuk itu, pihaknya sangat berterimakasih karena Muhammadiyah mau membantu petani Maros untuk meningkatkan produktivas padi dengan teknik ramah lingkungan,” tuturnya. Semoga ini menjadi titik awal pengembangan padi ramah lingkungan di Kabupaten Maros, tambahnya. 

Selain itu, Hatta juga berharap pemerintah bisa melakukan subsidi pupuk lebih baik. Pasalnya, sampai saat ini, petani di Maros kesulitan mendapatkan pupuk, padahal pemerintah sudah melakukan subsidi pupuk lebih banyak.

Menurut Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hajriyanto Y. Thohari, sudah saatnya pemerintah berpihak kepada petani. Persoalan itu sangat memengaruhi produksi pangan yang merugikan petani, termasuk kebijakan impor. “Kebutuhan petani menyangkut infrastruktur semakin sulit di akses petani,” katanya.

LAZISMU bersama MPM, selama ini telah dapat membantu dan memberdayakan petani. “Terutama memberikan pelatihan dan pendidikan bertani secara organik. Intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi pertanian tidak akan bermakna jika pemerintah mengabaikan petani,” paparnya. 

0 comments:

Post a Comment

Apa Tanggapan Anda? Atau Ada Ide lain yang mencerahkan?